Manifes aa Noto sebagai calon independen  

Hidup adalah suatu destinasi. Menjadi berguna bagi masyarakat banyak dalam kaitan umur yang dititipkan hanya seumur jagung bagi kita adalah masalah pilihan hidup. Sebagian dari rekan-rekan penggunjung blog ini mengetahui bahwa saya, Adinoto A. Kadir atau dikenal pula dengan panggilan Aa Nata, berketapan hati untuk mendarmabaktikan diri sebagai abdi masyarakat dengan mencalonkan diri sebagai Pak Wali bagi kota Bandung yang kita cintai, sesuai dengan catatan pinggir di bawah blog ini.

Saat ini masa pembukaan untuk pendaftaran sudah dimulai. Beberapa calon dari partai dan independen sudah mulai mendaftarkan diri. Rumor yang berkembang beberapa calon bahwa sudah melakukan “Setor Tanda Pinangan” ke partai hingga nilai sekian miliar rupiah sampai 10 miliar rupiah dari informasi yang beredar di kalangan tertentu. Suatu nilai yang luar biasa. Apabila gaji seorang walikota hanyalah 5 juta rupiah, dengan 5 tahun masa jabatan (5 juta perbulan x 12 bulan x 5 tahun = 300 juta rupiah yang diterima dalam 5 tahun!) Bagaimana mungkin semua orang bisa berminat melakuan Pinangan Setoran ke partai untuk punya niat untuk tidak memperoleh pengembalian uang hasil setoran tadi selama masa jabatannya??

Saya hanyalah seorang manusia biasa yang perduli dengan lingkungan tempat tinggal saya selama 17 tahun terakhir, Bandung, dan mungkin sampai sisa hidup saya. Bagaimana mungkin tutup mata terhadap tempat tinggal yang akan menjadi rumah saya sampe akhir hidup yang singkat ini (we won’t live till 100 years, my friend!), atau pilihan menjadi warga negara kelas dua di tempat lain yang lebih menjanjikan? Saya pilih hujan batu di negeri sendiri, syukur-syukur kita bisa mengubah tempat ini menjadi suatu yang lebih baik bagi semua orang.

Calon independen sudah dibuka. Dibutuhkan 80.000 dukungan tanda tangan dari setiap warga penduduk kota Bandung untuk dapat meluluskan satu paket calon independen. Saya mungkin tidak akan pernah melihat dukungan 80.000 tersebut, tapi apabila teman-teman merespons dengan lebih dari 300 komentar positif di komen blog ini, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk serius melangkah untuk mencalonkan diri menjadi Calon Walikota Bandung Independen. Dan apabila ada rekan dari partai yang benar-benar bermimpi untuk membangun kota yang menjadi tempat kita hidup ini, tanpa motivasi uang — karena saya disamping tidak memiliki uang, saya sangat tidak setuju dengan model kontribusi uang tersebut! — mari kita sama-sama membangun kota yang kita cintai ini dengan niat lillahita ala.

Kita tidak akan hidup 100 tahun teman. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin berarti bagi orang lain! Tunjukkan dukunganmu.

Hormat saya,

Adinoto A. Kadir (Aa Nata) — 08552181888.

22 Responses to “Manifes: Seputar Pencalonan Diri Menjadi Walikota Bandung”

  1. satria Says:

    Saya bukan warga bandung, saya tidak kenal anda tapi saya pembaca setia blog anda. Pertanyaan saya kenapa anda harus menunggu 300 komentar positif?
    Kalau anda emang benar-banar ingun menjadi walikota bandung.
    Ya sudah anda maju saja, ngapain harus menunggu 300 komentar.
    Jadi saya menaggap kesan, anda tidak sungguh2 / ragu.
    Saran saya coba anda pertimbangkan lagi niat anda, maju sebagai calon wk bandung.
    Kaloa anda sudah BULAT untuk maju sebagai calon independen, Anda TIDAK PERLU menggu 300 komentar

  2. Aria Rajasa Says:

    Dukungan penuh! sayang saya bukan warga bandung, tapi akan mendukung selalu dari jakarta

  3. gagahput3ra Says:

    Jujur aja saya cuma anak SMA yg bentar lagi lulus dan ngikutin blog ini karena langganan agregasi Planet Terasi. :) Menurut saya, menunggu 300 komentar positif untuk mendukung keputusan maju atau tidak menjadi calon independen walikota Bandung di blog agak kurang tepat, karena pembaca blog anda belum tentu semuanya orang bandung :D , sehingga 300 komentar positif disini tidak berarti mengamankan 300 dari 80 ribu tanda tangan yang disyaratkan untuk mencalonkan diri.

    Gimana kalo langsung aja turun ke jalan dan bicara langsung sama setiap orang yang anda temui, minta dukungannya dan tanda tangannya kayak calon2 independen diluar negeri? :wink: Dijamin dapet deh 80 ribu tanda tangan dalam 8 hari, dengan catatan selama 8 hari itu full time untuk ngejer tandatangan.

    Berikutnya untuk pengumpulan dana, bisa diikutin caranya Barrack Obama ngumpulin dana lewat websitenya…nah kalo itu baru lebih tepat meminta dukungan lewat blog ini…hehehe :)

    Saran berikutnya, coba deh gandeng Tukul sebagai calon wakil walikota. Dijamin menang deh tuh :P

  4. devari Says:

    saya bukan warga BAndung, saya hanya pelanggan rss feed adinoto.org.
    Senada dengan yg komentar yg lain, apa relevansinya komentar 300 buah dengan niat bapak untuk maju mencalonkan diri?
    Maju terus dong, mungkin bisa jadikan media blog ini untuk sosialisasi visi misi bapak.

    salam dari Bali

  5. Arry Akhmad Arman Says:

    Perlunya bukti dukungan masyarakat dalam bentuk KTP dan pernyataan dukungan untuk pencalonan independen kepala daerah memang ditentukan oleh Undang-Undang. Dukungan 3% adalah angka yang masih dapat diterima ketika waktu pengumpulan sangat cukup, tetapi menjadi hampir “mission impossible” untuk waktu yang sangat singkat.

    Dukungan dapat terkumpul tanpa bantuan iming-iming uang untuk setiap dukungan jika ada kesadaran dan pemahaman yang sangat tinggi dari masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan ada yang “bagi-bagi hadiah” untuk setiap KTP yang dikumpulkan sebagai dukungan. Semoga masyarakat dapat menyadari, kalau bagi-bagi uang, berarti sangat mungkin sang calon akan berhitung untuk “mencari cara mengembalikannya” setelah terpilih nanti.

    Kita kembalikan saja kepada masyarakat. Kepedulian yang sudah demikian rendah terhadap urusan pemerintahan akibat history masa lalu membuat usaha edukasi masyarakat menjadi sangat sulit dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Sementara, keberhasilan terdaftarnya calon independen di Bandung sangat ditentukan oleh masyarakat Bandung itu sendiri.

    Jika calon independen merupakan harapan solusi perbaikan kota Bandung, kita doakan saja, semoga calon-calon independen ada yang lolos untuk melakukan pencalonan secara resmi.

    Amin.

    Salam,
    ARRY AKHMAD ARMAN
    http://kupalima.wordpress.com
    http://bandungindependen.wordpress.com

  6. I Nyoman Rudi Says:

    Mengapa harus 300? Kalau memang berniat berkarya, segera bertindak!!! Lakukan segera kampanye melalui web yang minim cost. Sebagai pertimbangan, Coba cek calon independen duet dosen PTN di Bandung yang sudah menampakkan dirinya di wordpress. Bravo!!!

  7. Rizki Penna Says:

    Pake Facebook bos.. Hehehe..

  8. Ojat Says:

    ayo oom, maju terus….bikin gebrakan..

  9. Dedhi Says:

    bikin dong blog khusus politik untuk membangun konstituen kamu. Saya dukung deh, tapi masalahnya KTP Bandung saya sudah habis, lha rumahnya di Bandung dah dijual December kemaren :(

  10. fisto Says:

    waduh, saya bukan warga bandung, kang….tapi saya dukung sepenuhnya…nanti saya sebarin lewat blog saya juga deh….mudah2an bisa lolos jadi calon independen….

  11. fistonista – aa nata for president (of bandung) Says:

    […] dukung Aa Nata supaya beliau mencalonkan diri sebagai calon indepeden pada pilkada walikota Bandung. Dia butuh 300 dukungan dalam bentuk komentar di blognya untuk memperteguh […]

  12. Biho Says:

    sayah sebagai warga Bandung mendukung Aa Nata jadi walikota Bandung.

  13. isnan chodri Says:

    sebagai calon walikota, teriakkan satu janji : subsidi untuk mac

  14. Vavai Says:

    Saya mengenal Adinoto sebagai pribadi yang berkomitmen pada perbaikan. Pribadi yang amanah pada janji dan berusaha memenuhi janji yang diucapkan. Tentu saya mendukung 100% niat Adinoto menjadi walikota.

    Hidup adalah perjuangan dan mengapa kita tidak mencoba berjuang untuk sesuatu yang baik…

  15. dadan Says:

    @1&3
    setuju kenapa harus 300 ? Mas, saya sendiri pengkonsumsi blog anda, walaupun tinggal di belahan pulau yang berbeda.

    jauh lebih baik bila anda langsung ke grass root masyarakat yang membutuhkan solusi anda.

    saya pribadi salut dengan keberanian anda mencalonkan diri menjadi walikota. Ditengah banyak calon ‘asing’ yang mungkin ‘mendadak masyarakat harus kenal’, rasanya figur anda adalah pilihan yang berbeda.

    Tentunya semua itu harus diimbangi dengan sebuah solusi atas semua permasalah utama (root cause) warga di sana.

    Nah solusi apa saja yang akan anda berikan ?

  16. rendy Says:

    Saya dan segenap team di Qwords.com mendukung pencalonan AA Nata sebagai Calon Walikota Bandung, ini pertama kalinya saya mendukung politisi di kota ini, karena saya melihat banyak sekali visi dan misi positip yang dapat dikembangkan serta dilaksanakan. Dan juga ini merupakan sebuah terobosan baru, dimana pencalonan AA Nata bukan berdasarkan politik partai, melainkan politik media blog.

    Kami tunggu tindak nyata AA Nata yang hendak mencalonkan sebagai Calon Walikota Bandung, semoga diridhoi oleh Allah SWT.

  17. dudi Says:

    maju terus aa nata! jangan lupa batere-nya di charge dulu biar bisa kenceng kampanye-nya

  18. Adham Somantrie Says:

    ingin mendukung, tetapi tidak punya KTP bandung, nyoblos pun ga bisa.

  19. pema Says:

    Vote for Aa Nata….
    Siap2 Kang gantoskeun Kang Dada…..

  20. bangsari Says:

    dari blogger menjadi walikota? wow, keren… ayo terus maju bung!

  21. kw Says:

    mas adi sudah siap tak korupsi? silakan maju. saya dukung doa aja ya. saya kan gak bisa nyoblos :) gud lak

  22. idarmadi Says:

    Saya, biarpun juga bukan orang Bandung, mendukung sepenuhnya niat Adinoto untuk mencalonkan dirinya sebagai Walikota Bandung.
    Sudah saatnya, Bandung ataupun kota kota lain di Indonesia, dan juga wilayah2 lain di Indonesia, memberikan kesempatan kepada para profesional untuk memimpin. Seorang profesional yang bisa bekerja tanpa harus membayar atau membalas budi kepada partai yang sudah mengusungnya.

    Jika kabarnya seperti Gubernur Jakarta yang sudah menghabiskan dana 400 Milar untuk memerintah selama 5 tahun, itu artinya dalam 1 tahun harus bisa balik modal 80 Miliar, atau dalam 1 bulan lebih dari 6Miliar. Tentunya bayarnya bukan pake daon. Engak heran khan kalo sebenarnya kemacetan di Jakarta ini bisa ditangani dengan tata lalin dan tata kota yang baik, tapi yang dilakukan adalah pembangunan proyek2 busway, monorail, waterway, dan subway yang katanya adalah pemecahan masalah kemacetan, tapi kenyataannya malah memperparah kemacetan.

    Saatnya satu kota dipimpin oleh seorang profesional with no strings attached. Bandung bisa menjadi salah satu pioneer untuk dipimpin oleh seorang independent.

AddThis Social Bookmark Button

0 komentar

Posting sebuah Komentar